Sirkulasi Rantai Pasok · volume berpindah antar simpul, Juli 2026
Ketebalan pita = volume
31,24
juta ton
Produksi
30.060.000 tonsusut & kebocoran 1.180.000 ton
4,18
juta ton
Pascapanen
2.960.000 tontertahan di gudang 1.220.000
2,96
juta ton
Distribusi
2.740.000 tontercecer di koridor 220.000
2,74
juta ton
Pasar & Harga
2.610.000 tonsisa ritel 130.000
2,61
juta ton
Konsumsi
Deteksi Kebocoran & Susut
Sinyal risiko
Persamaan neraca pangan · ribu ton
Stok Awal3.850
+
Produksi31.240
+
Impor1.200
=
Pangan29.100
+
Industri, pakan, benih1.640
+
Ekspor60
+
Susut1.180
+
Stok Akhir3.940
Selisih belum terjelaskan370.000 ton · 1,0% dari total pasokanWajib dijelaskan: perubahan metodologi, laporan terlambat, transaksi informal, atau kesalahan pengukuran. Dipadankan dengan Neraca Bahan Makanan BPS dan Bapanas.
Susut tercatat resmi1.180.000 t
Estimasi susut wajar (6,5%)910.000 t
Kelebihan susut270.000 t
Stok per Kepemilikan
3,94 juta ton
Cadangan Beras Pemerintah · BULOG1.680.000 t
43% · ambang aman minimum 1.200.000 t
Penggilingan swasta1.520.000 t
39% · pelaporan sukarela, 62% cakupan
Pasar & ritel740.000 t
18% · estimasi dari panel harga
KemitraanDua baris terbawah bergantung pada uji petik lapangan.
Tren Pengiriman Nasional
ribu ton per pekan · 12 pekan terakhir
Kepadatan Distribusi Antarwilayah
volume masuk per provinsi · Juli 2026
Pemasok utamaBergantung pasokan luar
Tindakan yang Direkomendasikan
disusun mesin ambang batas · perlu validasi
Kerugiannilai risiko Rp 4,1 T
Audit susut pada 14 penggilingan dengan selisih laporan terbesar
Distribusi3 koridor
Buka koridor tambahan Surabaya–Kupang untuk menekan disparitas 18,6%
Investasipotensi +1,9 juta ton
Prioritaskan intensifikasi lahan Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah