Waktu tempuh rata-rata koridor Surabaya–Kupang naik dari 6 menjadi 11 hari akibat keterbatasan kapal dan bongkar muat di tiga pelabuhan pengumpan. Sebanyak 220 ribu ton beras tertahan di jalur, menekan ketahanan stok NTT dan Maluku di bawah ambang 30 hari.