WaspadaCuaca & Iklim4 Agustus 2026, 08.00 WIB · sumber pemicu ambang batas otomatis
Curah hujan di bawah normal pada sentra produksi Sulawesi Selatan
Prakiraan BMKG menunjukkan defisit curah hujan 40% terhadap normal selama tiga dasarian pada wilayah dengan 1,02 juta hektar lahan panen. Jadwal tanam musim berikutnya berisiko bergeser, dengan dampak terbesar pada sentra Sidenreng Rappang dan Wajo.
Defisit curah hujan40 %terhadap normal 3 dasarian
Lahan terpapar1.024.000 Hasentra beras Sulsel
Risiko produksi240.000 tonmusim tanam berikutnya
Kabupaten terpantau9 kabupatenstatus siaga kekeringan
Dampak yang Diperkirakan
Pergeseran jadwal tanam 2–3 pekanPenundaan tanam menggeser puncak panen ke luar jendela penyerapan CBP.
Produksi Sulsel berpotensi turun 240 ribu tonSulsel menyumbang 8% produksi nasional dan menjadi pemasok utama Indonesia timur.
Kebutuhan air irigasi memuncakWaduk dan bendung pada 9 kabupaten perlu penjadwalan giliran air lebih ketat.
Wilayah Terdampak
9 kabupaten · data BMKG dan citra satelit
Wilayah
Indikator pemicu
Nilai
Status
Kab. Sidenreng Rappang
Defisit hujan
−46%
Waspada
Kab. Wajo
Defisit hujan
−41%
Waspada
Kab. Pinrang
Ketersediaan air irigasi
62%
Waspada
Kab. Bone
Ketersediaan air irigasi
71%
Aman
Kronologi Data
10 Jul 2026Dasarian I Juli tercatat defisit 18% terhadap normal.
21 Jul 2026Dasarian II defisit 33%; indeks kondisi tanaman satelit mulai menurun.